Henderson Waves

Henderson Waves, Singapore
Henderson Waves, Singapore, Picture taken from here

We walked
facing the shiny sun rise
that May, last year
through the Henderson Waves

We stopped
in the bus station
stepping our foot upstairs
listening to the city crickets song
on the Henderson Waves

Had been known you for months
Never been heard you so noisy
complaining me walking so slowly
along the Henderson Waves

We sat down
Giving space for me breathing
You told me your story
having been there, in the Henderson Waves
with somebody
Saw in your eyes
Memory you saved and kept there
in the Henderson Waves

That May, in the Henderson Waves,
I made a story
I felt the waves coming to me
inside, deeper, and softly
at somewhere only we know
The Henderson Waves.

 
Henderson Waves, May 28, 2014

Bangkok Race – Day 3

Hari Minggu pagi, kita udah siap di meja makan buat sarapan. Kita ngisi tenaga yang banyak biar trip hari ini bisa lebih powerful. Tujuan kita hari ini adalah Week End Market Chatuchak. Untuk menuju Chatuchak caranya gampang banget. Kita bisa naik BTS ke arah MoChit sedangkan untuk MRT kita bisa turun di Stasiun Chatuchak Park. Diriku sendiri memilih naik BTS karena stasiun terdekat Dari hotel tempat menginap adalah stasiun BTS.

Kita bisa nemu berbagai macam barang di sini. Barang murah maupun mahal bertebaran di sini. Baju, sepatu, tas, makanan, aksesoris, dan benda-benda buat oleh-oleh bisa didapatkan di sini. Jangan lupa buat menawar. Kita harus berani tawar-menawar biar bisa dapet harga yang lebih murah.

Di Chatuchak kita nggak sempat foto-foto soalnya emang fokus belanja. Intinya kita kalap. Kita di chatuchak dari jam 9 pagi sampe jam 13 siang. Yang menghentikan langkah kita adalah kelaparan dan uang di dompet yang tinggal bisa buat pulang ke hotel. XD

Habis dari belanja, kita balik hotel buat mandi dan segala macem. Habis itu kita cari makan sekalian jalan ke Lumpini Park. Awalnya kita mikir mau cari makan sekalian di Lumpini Park. Ternyata di sana enggak ada yang jual makanan. Alhasil kita makan aja di McD. -___-“

Lumpini Park itu semacam taman kota gitu. Di tengah-tengahnya ada danau buatan. Entah apa itu tapi kita nyebutnya danau. Kita cuma foto-foto dan liat orang jogging di situ. Lumayan buat cuci mata. Sama ngliatin orang ngasih makan ikan dan burung di situ.

Ah, seandainya Jakarta lebih banyak dibangun taman kota ketimbang mall. Jumlah mall di Jakarta itu kalo dipikir-pikir jumlah dan gedenya emang agak nggilani ya.

Back to topic, selanjutnya dari Lumpini kita mau ke Asiatique River Front. Asiatique River Front itu semacam area yang isinya tempat makan sama tempat belanja. Dia ada di pinggir sungai Chaophraya. Untuk mencapai tempat ini bisa pake BTS turun di Stasiun Saphan Taksin. Habis itu lanjut nunggu feri gratis buat ke Asiatique.

Asiatique
Asiatique River Front

Tempat ini rame banget. Yang paling terkenal dari tempat ini adalah Calypso Cabaret. Pemainnya ya dominan lady boy gitu. Harga untuk Calypso cabaret ini sebesar 900 THB. Pertunjukan ada dua sesi. Masing-masing sesi berlangsung sekitar 75 menit. Oh iya, dapet minuman gratis. Lumayan, wiskey gratis. Tapi buat yang ga bisa minum alcohol, ada cola sama hot coffee kok. Air mineral juga ada. Jadi bebas mau milih apa.

Cabaret Show
Cabaret Show

Menurut gue pribadi sih, cabaretnya agak membosankan. Mungkin karena kita nggak terlalu ngerti maksud jokenya ya, jadi agak aneh aja. Gue malah lebih milih cabaret yang ada di Jogja. Hampir aja gue tidur di cabaret. Cuma gue inget-inget, masa gue ngeluarin duit 900 THB cuma buat tidur. Haha. Habis pertunjukan kita main dulu ke pasar malam di Thailand Cultural Center. Di sana kita beli durian. Murah banget euy. Satu durian gede (beratnya sekitar 1.2 kilo) cuma 120 THB. Kalo dirupiahin ya sekitar Rp. 36.000,00. Lumayan lah kalo dibandingin sama rasanya. Kita suruh bungkusin duriannya soalnya kita mau selundupkan ke dalam hotel. Oh iya, sama mas duriannya, kita dikira pinoy. Haha. Random banget.

Asiatique Giant Wheel
Asiatique Giant Wheel

Asiatuqe From Boat
Asiatuqe From Boat

Hari ketiga ditutup dengan pesta duren di dalem kamar hotel. Aku ngabisin 5 biji sisanya dihabisin temenku sebanyak 7 biji. Thank God.

Do Not Let Your Fear Win!

Last weekend, I joined a trip to Kepulauan Seribu. As a mainstream activity, there was snorkeling scheduled.

I was dared by the tour guide to swim in the open sea without life vest. I refused at the first, but I saw another member did it and they were safe. (noted, they are not good swimmer, and me too).
I decided to did it and taraaa… I did it well.

Being able to swim without life vest in the open sea is kind of an achievement for me. FYI, I am afraid of swimming in the depth. Maximum depth I can handle is only 2 metres. Ashamed! That’s why I’m proud of myself.

Another challenge is offered. The guard asked me to jump from the boat without safety tools. I mean, I was challenged to wore no goggles, life vest, and even fin! “That was insane”,I said to myself. Jumping to the open sea without safety tools? Ok, I was in desperate but I didn’t want to die by this way.

Then, I told my self, “Hey, Gie, you could handle your fear of your Boss. Why should you be afraid of this water? Use your logic! Sea water is salty water which the density is higher than fresh water. Your chance to be floated is bigger than jumping into the swimming pool which full of fresh water”.

DSC_0385
I jumped from the boat to open sea

I just needed 2 minutes to decide. I didn’t know what kind of power absorbed into my soul until I said to the guard, “Oke, I will do.” I asked the guard to keep me whenever something bad happened to me. haha.

One Two Three!! I jumped! Did I sink? Of course not! My feet naturally danced in the water and I could reach the surface. The guard said, “Wow, you are great”.

Ah, I was proud of myself. I was proud because I could handle my fear. May it is something simple for you, but this was a big achievement for me. I could learn how to face a challenge, how to face a risk.

Wise Man said, “your biggest enemy is your fear”. I do agree!

Do not let your fear win! Let your dreams win!

Intermezo :
I saw blue starfish more than 5 times, and spontaneously I asked God to send me my own star! hahahah.. Ameeennnn!!

Bangkok Race Day 1- 2

Preambule

Akhirnya setelah sekian lama pengen banget ke Negeri Gajah Putih, Puji Tuhan dapet kesempatan ke Bangkok. Persiapannya udah lumayan lama sih, dan hasilnya, memuaskan. I will go there next time. I am falling in love with that country. =)

Hari pertama

Kita berangkat ke Bangkok hari Jumat pagi. Kita cuma tidur 3 jam malam itu. Kita nyampe di Soetta jam 5 kurang. Udah bisa check in sebenernya. Cuma karena kita salah terminal, akhirnya jam 5.15 baru bisa antri. Kita bold garis bawah, antri, bukan check in. Antrian di Terminal 3 agak nggak manusiawi waktu itu. Antrinya panjang banget kayak mainan ular naga panjang-nya versi sekampung. Kita gak tau kenapa, tapi kata petugas disana emang selalu begitu kalau M*ndala sama A*rasia jadi satu terminal. Kita baru bisa check in jam 6.15 padahal jam 7.00 kita harus udah take off. Parah banget. Kita udah panik banget waktu itu. Yang bikin kita makin kesel adalah kebiasaan orang Indonesia yang ga bisa antri. Sebelum kita check in, ada antrian juga buat scanning koper. Itu ada bapak siaul pake banget. Ngedesel-desel dan gak mau antri. Keliatan buru-buru sih, cuma ya antri dong. Dengan kejahatan kita, kita injek aja kakinya ampe dia ga jadi ngedesel kita. Haha. Maap pak. Sengaja.

Antrian gak berhenti cuma di check in tapi juga di imigrasi. Welcome to the hell!-___-“. Tuhan masih baik sama kita, akhirnya kita bisa terbang dan landing di Bangkok dengan selamat sentosa.

Continue reading Bangkok Race Day 1- 2

Aku, Kamu, dan Bintang Laut

Kamu tahu nggak? Nggak selamanya bintang itu bersinar. Kamu tahu bintang laut?

—–

Aku nggak butuh orang yang sempurna. Aku tak perlu dia yang ganteng, kaya, ataupun populer. Intinya adalah dia memenuhi semua kriteriaku. Kriteriaku nggak susah kan? Tapi kenapa susah banget cari yang sesederhana itu? Gimana menurutmu? Kok kamu keliatannya santai banget, sih?

Menurutku, cinta itu ditemukan, bukan dicari. Selayaknya sahabat, apa kamu pernah mencari mereka? Kita menemukan mereka seiring dengan berjalannya waktu. Tenang saja, pasti akan kau temukan sosok yang sempurna yang kau idam-idamkan.

(Aku sudah menemukan dia. Hanya saja, dia tidak melihatku sama sekali)

Continue reading Aku, Kamu, dan Bintang Laut

Senyuman Tuan

sajak lirihku bergumam sepi
menatap nanar
mengharap senyuman seorang tuan

alunan semesta tak kunjung henti
mengajak menari
dan menjemput senyuman seorang tuan
asaku mulai menari
namun tidak jasadku

senyummu disana tuan
mengetuk berirama damai
dan masuk tanpa memaksa
tapi senyummu terlanjur disana
menetap
dan mengacau nurani

aku mengharap senyumanmu, tuan

Pretty Soldier Sailor Moon

“Dengan kekuatan bulan, akan menghukummu”

Yang pernah merasakan nafas tahun 1994-an pasti udah bisa menebak karakter yang khas dengan semboyan di atas. Sailor Moon, anime yang masuk ke Indonesia di tahun 1994 bisa dibilang sukses mendulang perhatian anak-anak masa itu termasuk saya. Sailormoon (Bishōjo Senshi Sērā Mūn, Pretty Soldier Sailor Moon) adalah anime tentang super hero yang terdiri dari 5 gadis cantik dengan kekuatan alam tata surya.

Sailormoondic
Sailor Moon Season 1

Continue reading Pretty Soldier Sailor Moon